Pertama, terlalu idealis. Biasayan ini karena pengaruh orang tua yang sudah menaruh harapan tinggi pada putra dan putrinya. Misalnya, orang tua mengharuskan anaknya menikah dengan pasangan yang satu suku. Ada juga yang meminta putranya menikah dengan putri keluarga yang status sosialnya sama. Namun, sayangnya si anak tidak memiliki ketrampilan bergaul yang cukup. Pergaulan terbatas, sehingga ia kesulitan mendapatkan pacar seperti yang diharapkan orang tua.
Kedua, karena konsep dan harga diri yang miskin (inferior). Mereka yang minder biasanya suka menghakimi dan menyalahkan diri. Misal, "Aku ini bodoh, mana ada yang mau sama aku." atau menyalahkan diri dan berkata, 'Ah, mana mungkin ia mau sama aku."
Ketiga, Jiwa yang memberontak. Sikap demikian terbentuk karena orang tersebut melihat perkawinan orang tuanya.
Keempat, karena punya kepribadian "anti-sosial". Biasanya pemuda-pemudi demikian mengalami kekerasan masa kecil dari ayahnya. Akhirnya ia menjadi pria yang kasar, suka menghina orang. Akibatnya, banyak teman putrinya segan untuk dekat atau bersahabat.
Kelima, karena kurang modis. baik dalam hal berpakaian maupun yang lain. kadang-kadang penggunaan parfum dibutuhkan terutama jika Anda mempunyai masalah dengan bau badan. Soal baju tentu relatif tidak harus mahal, tetapi asalkan nyaman dan enak dilihat serta tidak kuno. Selain itu, tetap harus menjaga tata kesopanan yang berlaku.
Keenam, Ada juga yang sulit mendapat pasangan karena terlalu pasrah. Hanya berharap, menunggu Tuhan akan mengirimnya. berdo'a tapi tidak ada usaha. Tentu saja ini tidak mungkin. Untuk mendapat teman hidup, Anda harus berusaha, bergaul seluas mungkin serta kreatif memilih sahabat.
(Julianto Simanjuntak-Banyak cocok sedikit cekcok)
